Karo-5

Anak Aksara

Oleh ilmu linguistik “anak aksara” disebut diakritik. Diakritik adalah tanda baca tambahan pada huruf atau aksara yang mengubah nilai fonetis huruf atau aksara tersebut. Oleh sebab itu sebuah diakritik tidak dapat dipisahkan dari aksaranya.

Sampai sekarang kita baru mempelajari satu anak ni surat yaitu tanda bunuh yang mematikan bunyi [a] yang “lengket” pada setiap aksara. Di samping tanda bunuh tersebut terdapat tujuh anak ni surat lainnya untuk menambah vokal ǝ, e, i, o, dan u, dan dua lagi untuk menulis [ŋ] (ng) dan [h] pada akhir suku kata.

Anda mungkin bertanya apa itu vokal [ǝ]? E kecil yang terbalik itu adalah lambang yang digunakan oleh para ahli bahasa untuk e-pepet. Dalam bahasa Karo, dan juga dalam bahasa Indonesia ada dua vokal e: e-pepet dan e-taling. Hanya dalam bahasa Indonesia kedua bunyi e itu ditulis dengan grafem (huruf) yang sama. Sedangkan aksara Karo dengan jelas membedakannya.

ᯆᯧ (ǝ)

Walaupun dalam bahasa Indonesia e-pepet merupakan vokal yang paling umum, sayang dalam penulisannya tidak ada huruf khusus untuknya. e-pepet ini seperti bunyi [ǝ] dalam kata belum [bǝlum], atau pada kata teri, dekat, sering, pelangi.

Anak aksara berbentuk panah ke kanan dapat digunakan dengan setiap aksara konsonan dan mengubah ᯆ /ba/ menjadi ᯆᯧ /bǝ/ ᯔ /ma/ menjadi ᯔᯧ /mǝ/, atau ᯗ /ta/ menjadi ᯗᯧ /tǝ/, dsb.

ᯆᯩ (e)

Ini e-taling yang dalam bahasa Indonesia terdapat pada kata beda, setan, desa dsb.

ᯆᯫ / ᯆᯪ (i)

Tanda diakritik Siulu yang berupa dua garis pendek atau lingkaran kecil terletak di sebelah kanan huruf. Dengan demikian ᯆ /ba/ menjadi ᯆᯪ /bi/.

ᯆᯬ (u)

Diakritik berbentuk silang ini diletakkan di sebelah kanan anak aksara membuat ᯆ /ba/ menjadi ᯆᯬ /bu/.

ᯆᯨ / ᯆᯭ(o)

Nilai fonetis diakritik ini adalah [o]. Diakritik ini sama bentuknya dengan diakritik untuk e-pepet [ǝ], hanya posisinya di kanan atas dan bukan di sebelah kanan aksara.

Kadang-kadang ada garis horisontal pendek di sebelah kiri tanda itu.

ᯆᯰ (ng)

Tanda diakritik ini berupa garis horisontal pendek yang diletakkan di kanan atas diakritik. Bila digabungkan dengan aksara /ba/ menjadi ᯆᯰ /bang/. Anak ni surat ini dapat digabungkan dengan anak ni surat lainnya yang berupa vokal menjadi ᯆᯬᯰ /bung/, ᯆᯩᯰ /beng/, ᯆᯫᯰ atau ᯆᯪᯰ /bing/, dan ᯆᯭᯰ /bong/.

Ingat bahwa bunyi [ng] tidak boleh ditulis dengan menggabungkan /na/ dan /ga/!

ᯆᯱ (h)

Tanda diakritik ini berupa dua garis horisontal pendek yang diletakkan di kanan atas diakritik. Bila digabungkan dengan aksara /ba/ menjadi ᯆᯱ /bah/. Diakritik ini dapat digabungkan dengan anak aksara lainnya yang berupa vokal menjadi, misalnya bih, buh, beh dsb.

Tentu saja diakritik ini tidak dapat digunakan untuk kata seperti tuhu karena dalam kata ini bunyi [h] bukan di akhir kata atau suku kata. Jadi penulisan yang benar: ᯗᯬᯀᯬ.

Kartu Bolak Balik

Sebelum memulai latihan di bawah, pastikan dulu bahwa Anda masih mengetahui aksara-aksara berikut ini:

[qdeck align=”center” style=”font-size: 150%; width: 700px; height: 160px; border: 2px solid #cc0000;”] [q]ᯇ[a]pa
[q]ᯆ[a]ba
[q]ᯎ[a]ga
[q]ᯔ[a]ma
[q]ᯀ[a]a/ha
[q]ᯉ[a]na
[q]ᯘ[a]sa
[q]ᯂ[a]ka
[q]ᯒ[a]ra
[q]ᯐ[a]ja
[q]ᯞ[a]la
[/qdeck]

Latihan Membaca dan Menulis