Karo-6

Aksara wa, ya, i, dan u

Aksara ᯋ (wa) dan ᯛ (ya)

Aksara /wa/ dan /ya/ memiliki dua fungsi:

1. Dalam bahasa Karo bunyi [j] (y dalam ejaan bahasa Karo) terdapat dalam sejumlah kata seperti sembuyak, bayo, sementara bunyi [w] terdapat dalam kata waluh, pawang dsb.

2. Kedua aksara juga sering digunakan di dalam naskah Karo untuk menyambung dua vokal. Tua, misalnya lazim ditulis /tuwa/, genduari ditulis /genduwari/, sia ditulis /siya/, dsb.

Penulisan seperti di atas malahan bukan hanya lazim, tetapi di dalam naskah Karo cara penulisan seperti ᯑᯬᯀ /dua/ malahan boleh dikatakan tidak lumrah. Hal yang sama juga berlaku untuk kata sia yang ditulis ᯘᯫᯜ /siya/, dan bukan ᯘᯫᯀ /sia/!

Aksara ᯛ (ya)

Cara menulis /ya/ dengan dua garis: Garis pendek horisontal ditulis dulu, diikuti oleh garis yang lekung.

Aksara ᯋ

Bentuk aksara /wa/ dalam semua bahasa Batak sama, yaitu ᯋ. Cara menulis /wa/ dengan menuliskan tiga garis. Garis panjang yang berlekung dulu, baru ditambah kedua garis pendek horisontal.

Aksara ᯤ (i) dan ᯥ (u)

Kedua aksara memiliki bentuk yang persis sama jika satu di antaranya diputar 180 derajat. Ketiga garis bisa lurus, tetapi garis terpanjang terkadang sedikit melengkung.

Pada umumnya vokal selain daripada vokal [a] ditulis dengan anak aksara. Anak aksara digunakan untuk mengubah aksara. Misalnya aksara ᯆ (ba) bisa menjadi ᯆᯫ (bi) atau ᯅᯬ (bu).

Tetapi apa yang dapat kita lakukan bila kita mau menulis iukurna (dipikirkannya)? Karena bunyi [i] berada pada posisi awal maka kita tidak dapat menggunakan anak aksara.

Aksara ᯤ [i] dan ᯥ [u] hanya dapat digunakan di awal kata atau di awal suku kata. Pada kata ᯂᯬᯤᯑᯱ kuidah ‘saya lihat’, dengan struktur suku kata ku=i=dah, maka [i] harus ditulis dengan aksara ᯤ sementara [u] harus ditulis dengan anak aksara yang berbentuk silang.

Demikian juga pada kata iluh ‘air mata’ atau igung ‘hidung’. Karena bunyi [i] berada pada posisi awal maka ditulis ᯤᯞᯬᯱ dan ᯤᯎᯬᯰ. Pada kata yang terstruktur i=gung, hanya [i] yang dapat ditulis dengan aksara ᯤ sementara bunyi [u] harus ditulis dengan menggunakan anak aksara (lihat Pelajaran 6).

Jika Anda tidak yakin apa yang merupakan suku kata dan apa yang tidak, cukup ikuti aturan sederhana: jika [i] atau [u] berada di awal kata atau jika [i] atau [u] mengikuti vokal, maka Anda harus menggunakan ᯤ dan ᯥ.

Tentu saja demikian juga halnya dengan aksara ᯥ /u/. Bagaimana kiranya kita menulis kata uli ‘baik, bagus’? Bagaimana kita menulis [u] dan bagaimana kita menulis [i] dalam kata uli? Coba Anda menulisnya.

Klik untuk melihat jawaban.
ᯥᯞᯫ

Latihan Membaca & Menulis